Krisis Finansial, Harga Gandum Justru Turun

Krisis Finansial, Harga Gandum Justru Turun

- detikFinance
Selasa, 10 Jan 2012 15:34 WIB
Krisis Finansial, Harga Gandum Justru Turun
Jakarta - Gejolak ekonomi finansial Amerika Serikat (AS) dan Eropa sejak 2011 sampai saat ini memberi dampak positif terhadap harga gandum dunia yang harganya relatif aman, bahkan cenderung turun.

"Ya, krisis financial malah buat harga gandum dunia menjadi lebih murah dan stoknya aman," kata Ketua Asosiasi Produsen Tepung Terigu Franciscus Welirang di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (10/1/2012).

Kondisi tersebut, membuat asosiasi tidak memiliki rencana menaikan harga produk tepung terigu maupun gandum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Walaupun pemerintah menerapkan PMK nomor 13/2010 terhadap bea masuk gandum yakni 5%, dengan harga gandum yang stabil kami tidak menaikan harga," ujarnya.

Namun kondisinya akan berbeda jika rupiah terhadap dolar melemah. Menurut presiden direktur PT Bogasari Flourmills ini, lain ceritanya kalau rupiah melemah hingga mencapai Rp 10.000 diakibatkan dampak krisis, maka kondisi tersebut dapat membuat produsen akan menaikan harga tepung terigu.

Terkait kebutuhan gandum tahun ini menurut Franciscus akan tumbuh 8% di 2012. "Pada 2010 kebutuhan gandum mencapai 6 juta ton, dan jika dikonversikan menjadi tepung terigu menjadi sekitar 5 juta ton," ungkapnya.

Namun kata Franciscus, turunnya harga gandum ini, tidak akan menurunkan harga produk akhir dari tepung terigu misalnya mie instan, roti dan lainnya.

"Gak ada dan sepertinya tidak akan pernah, kalau harga gandum dunia menyebabkan harga roti dan lainnya menjadi turun, malah cenderung terus naik, bahkan saat ini produk roti yang dibeli konsumen lebih banyak anginnya," cetusnya.


(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads