Boediono memaparkan data yang dimilikinya. Dari tahun 1970 awal hingga 1990-an, sektor pertanian naik 2,4 persen setiap tahun. Namun sejak pertengahan tahun 1990-an justru produktivitasnya terus turun 0,6 persen setiap tahun hingga 2001.
"Setelah itu, saya bisa membayangkan, kalau pun tidak menurun itu stagnasi," ujar Boediono saat membuka rapat kerja nasional pembangunan pertanian 2012 di Kementerian Pertanian, Jl Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dari segi anggaran harusnya tidak ada keluhan untuk membalik tren tadi," kritik Boediono.
Boediono pun mempertanyakan apakah anggaran tersebut sudah dikelola dengan baik.
"Penyerapan seyogyanya bisa cepat dan tidak menumpuk di akhir masa anggaran. Kedua, apakah dana yang ada di anggaran itu terkait dengan sasaran yang ingin dicapai.
ada kemungkinan policy-nya yang perlu kita pikirkan kembali," tutup Boediono.
Sepanjang tahun 2011 tercatat produksi beberapa komoditas pertanian mengalami penurunan. Penurunan terjadi mulai dari komoditas beras, jagung, kedelai dan lain-lain.
Misalnya produksi padi 2011 sekitar 65,39 juta ton gabah kering giling, lebih rendah 1,63 % dibanding produksi tahun 2010. Untuk jagung sebesar 17,2 juta ton pipilan kering atau 5,99% lebih rendah dibanding tahun 2010. Dan kedelai sebesar 870 ribu ton biji kering atau 4,08 % lebih rendah dibanding 2010.
(rdf/hen)











































