Duh! Banyak Besi Keropos dan Bolong di Jembatan Kukar

Duh! Banyak Besi Keropos dan Bolong di Jembatan Kukar

- detikFinance
Rabu, 11 Jan 2012 16:25 WIB
Duh! Banyak Besi Keropos dan Bolong di Jembatan Kukar
Jakarta - Tim Investigasi runtuhnya jembatan Kutai Kertanegara (Kukar) menyatakan menemukan besi keropos dan bolong pada material jembatan tersebut. Ini diperkirakan jadi salah satu penyebab runtuhnya jembatan.

Demikian hasil temuan yang disampaikan Ketua Tim Evaluasi dan Investigasi Teknik Runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara Iswandi Imran dalam jumpa pers di kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu (11/1/2012).

"Ini kondisi yang kita peroleh dari lapangan. Dan hasil belahan secara mendalam terlihat adanya tanda-tanda keropos. Banyak titik-titik atau bolong-bolong kecil, dan menimbulkan efek pelemahan pada sistem sambungan itu. Dari luka lama itu semua berakumulasi pada saat pemeliharaan dilakukan ditambah adanya tegangan. Meski nggak banyak tapi itu membuat sistem gagal," jelasnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iswandi mengatakan, Jembatan Kukar yang runtuh 26 November 2011 lalu ini juga disebabkan oleh kegagalan pada sistem sambungan di antara batang hangar dan kabel utama akibat akumulasi kerusakan yang terus terjadi di jembatan tersebut.

"Jadi kalau boleh kami simpulkan, kegagalan pada sistem sambungan antara batang hanger dan kabel utama pada dasarnya terjadi akibat akumulasi masalah sejak jembatan direncanakan," katanya

Sejak awal, kata Iswandi pada fase awal kerusakan tidak terlihat tanda-tanda kerusakan sehingga tidak dilakukan pemeliharaan. Hal ini menyebabkan kerusakan berkembang dengan cepat. Tim ini juga menemukan bahwa sebelum terjadi runtuhan terdapat indikasi jembatan telah retak.

"Ada indikasi retak sebelum runtuhan ini terjadi. Lalu terdapat juga indikasi-indikasi fatigue, yaitu kelelahan bahan akibat beban yang berulang terus. Serta ada juga kita temui pada sisa jembatan runtuh, ada tanda-tanda korosi yang cukup signifikan, di mana korosi terjadi pada batang hanger ke dek kabel utama," katanya.

(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads