Berdasarkan sumber yang dikutip AFP, Jumat (13/1/2012), maskapai yang berkantor pusat di Atlanta itu sudah menunjuk perusahaan investasi Blackstone untuk melakukan kajian mengenai akuisisi tersebut.
Delta Air merupakan maskapai terbesar kedua di dunia, setelah posisi pertama direbut oleh maskapai hasil merger Continental Airlines dan United Air Lines. Beberapa kalangan menilai langkah akuisisi ini tidak akan disetujui oleh lembaga pengawas maskapai AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, maskapai penerbangan terbesar ketiga AS, American Airlines dan induk perusahaannya AMR Corp mendaftarkan perlindungan kebangkrutan pada November 2011. Langkah tersebut diambil untuk melakukan restrukturisasi biaya di tengah tingginya harga bahan bakar dan merosotnya permintaan.
Milyuner Malaysia, Tan Sri Quek Leng Chan menjadi 'korban' dari kebangkrutan American Airlines. Quek bisa kehilangan investasinya hingga Rp 772 miliar gara-gara kebangkrutan American Airlines itu.
Quek yang menguasai Hong Leong dan Guoco Grup diketahui membeli 7,3% saham AMR Corp, induk American Airlines 3 bulan silam. American Airlines dan induknya AMR Corp mendaftarkan kebangkrutan pada Selasa, 29 November lalu.
(ang/dnl)











































