Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih menyatakan hal ini karena kementeriannya mengikuti program kluster 4 untuk rakyat miskin.
"Selain Jamkesmas, ada yang lain juga, ada mengenai masyarakat nelayan, masyarakat terpencil, dan lain. Yang baru itu untuk kluster 4, yang untuk masyarakat miskin maupun miskin perkotaan," ujar Endang saat ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (13/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sekitar 88 persen ke daerah, 12 persen di kita, jadi tidak semua pagunya di kita, termasuk untuk kluster 4, ada juga DAK-nya untuk obatnya, sarana pelayanan dasar dan publik. DAK itu Rp 3 triliun, kalau anggaran Kemenkes sendiri Rp 29,915 triliun secara keseluruhan," ujarnya.
Bentuk program kluster 4 untuk kesehatan masyarakat miskin baik di perkotaan dan pedalaman serta perbatasan, ditentukan dengan program kementerian lain di daerah target program tersebut.
"Misalkan disesuaikan dengan Menteri Perumahan Rakyat, dia bikin rumah susun, dia kasih saya tempat, jadi saya tidak usah bikin puskesmas lagi, kemudian ada juga untuk perbatasan, bentukinya rumah sakit bergerak, di tempat yang ada pos TNI-nya kita kerjasama dengan TNI-nya, beda-beda tergantung daerahnya," tandasnya.
(nia/dnl)










































