Dari 700 Ribu Perusahaan, Hanya 200 Ribu yang Taat Pajak

Dari 700 Ribu Perusahaan, Hanya 200 Ribu yang Taat Pajak

- detikFinance
Jumat, 13 Jan 2012 17:22 WIB
Dari 700 Ribu Perusahaan, Hanya 200 Ribu yang Taat Pajak
Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengakui dari 700 ribu perusahaan kena pajak, baru 200 ribu yang menyerahkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh).

"Kita lihat pengusaha kena pajak 700 ribu ternyata yang masukan dan laporkan SPT hanya 200 ribu. Apa bisa diterima? Tentu tidak. Hal itu harus ditingkatkan," tegas Agus Marto ketika ditemui di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, Jumat (13/1/2012).

Agus Marto mengatakan akan terus menaikkan pendapatan negara melalui sektor perpajakan. Dan sektor yang akan dikejar pemerintah salah satunya adalah pajak perorangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penerimaan perorangan, itu semua perhatian kita," ujarnya

Selain sektor pajak perorangan, Agus Marto juga akan meningkatkan penerimaan sektor pajak pertambangan.

"Aktivitas yang upaya peningkatan penerimaan pajak yang kemarin bisa mencapai 12,7 persen GDP, tentu kita terus tingkatkan. Dengan salah satu pendapatapan dari PPN lebh baik dan sudah meningkat. Tapi masih ada ruang banyak untuk meningkatkan," ujarnya.

Untuk itu, Agus Marto mengatakan akan memperbaiki sistem perpajakan dan meyakinkan pelaku Kementerian Keuangan yang memiliki integritas yang baik. Serta akan meyakinkan dengan SDM yang dipercaya dan juga dengan adanya whistle blower.

"Selanjutnya kita minta kepada mitra kerja atau pemangku kepentingan masyarakat untuk member dukungan," ujarnya.

Menurut Agus Marto, dirinya terus meningkatkan pendapatan pajak lewat program sensus pajak. Karena menurut Agus hingga saat ini pekerjaan sensus pajak masih belum memuaskan.

"Saya sudah bahas terkait sensus perpajakan. Saya melihat respon dari para wajib pajak belum memadai. Dan saya sudah minta dirjen pajak tingkatkan pembinaan pendidikan dan beri peringatan. Selanjutnya tentu apabila tidak mendapatkan respons yang baik. Kita akan jaga hak negara. Kita harapkan prestasi kerja 2012 baik," tandasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads