Jepang Bantu RI Rp 425,5 Miliar
Senin, 26 Jul 2004 15:11 WIB
Jakarta - Pemerintah Jepang memberikan bantuan hibah untuk Indonesia sebesar 5,1 miliar yen (US$ 47,4 juta) atau setara dengan Rp 425,5 miliar. Bantuan ini untuk menanggulangi terorisme, pasokan air bersih, operasi sistem pembangkit tenaga listrik dan pelestarian keanekaragaman hayati.Hibah tersebut disampaikan Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yutaka Iimura, kepada Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Departemen Luar Negeri (Deplu), Makarim Wibisono, di kantor Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (26/7/2004).Dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua pemerintah dijelaskan, untuk penanggulangan masalah terorisme, bantuan yang diberikan berupa perlengkapan pengamanan di bandara-bandara utama dan fasilitas pelabuhan senilai 747 juta yen (US$ 6,91 juta) atau setara Rp 62 miliar.Dijelaskan Iimura, bantuan tersebut untuk mencegah terjadinya kembali serangan teroris seperti bom Bali pada tahun 2002 lalu. Proyek ini akan memperbaiki berbagai fasilitas pengamanan di bandara-bandara dan pelabuhan laut utama di Indonesia dengan memberikan peralatan pengamanan seperti sistem pemeriksaan sinar X, detektor logam, detektor bahan peledak dan sistem CCTV untuk bandara Soekarno-Hatta, Ngurah Rai dan 5 bandara lain serta 3 pelabuhan yakni Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya) dan Batam.Sedangkan bantuan untuk pasokan air bersih ditujukan bagi daerah pedalaman di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) senilai 223 juta yen (US$ 2,06 juta) atau setara dengan Rp 18,5 miliar. Proyek ini nantinya akan membangun sistem pasokan air bersih bagi sekitar 24.000 penduduk di 6 desa hingga tahun 2011.Sementara untuk rehabilitasi unit 3 dan 4 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Gresik yang masing-masing berkapasitas 200 megawatt, alokasi dana yang disediakan mencapai US$ 18,36 juta atau sekitar Rp 164,8 miliar.Untuk perbaikan fasilitas riset dan pelestarian keanekaragaman hayati serta penggunaannya, dana yang dialokasikan sebesar US$ 20,09 juta atau sekitar Rp 180,3 miliar.Sebelumnya, pada tahun 1995 dan 1996, melalui proyek bantuan hibah Bio Diversity Conservation Project, pemerintah Jepang mendirikan Center for Zoology di Cibinong, pusat informasi pelestarian alam di Bogor dan berbagai fasilitas manajemen Taman Nasional Gunung Halimun.
(ani/)











































