Menurut Biro Statistik China, gross domestic product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB) negeri tirai bambu tersebut naik 8,9% di triwulan IV, lebih kecil jika dibandingkan pertumbuhan tiruwlan sebelumnya, tapi masih sesuai perkiraan para analis.
"Ekonomi melambat, meski tidak terlalu parah. Pertumbuhan ekonomi (China) sejauh ini cukup datar," kata Kepala Riset Standard Chartered Bank Hong Kong Stephen Green dikutip dari AFP, Selasa (17/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengeluaran pemerintah dalam infrastruktur juga ikut melambat, hanya naik 23,8% dalam 12 bulan tahun lalu. Begitu pula dengan belanja konsumen yang cuma naik 17,1%, lebih lambat dari 2010.
Jika dibandingkan secara tahunan, pertumbuhan ekonomi China tiap triwulannya juga melambat. Demi mengurangi pengeluaran, pemerintah sudah memperketat pemberian pinjaman serta menaikkan suku bunga.
Ditambah dengan turunnya permintaan ekspor dari AS dan Eropa, semuanya menjadi rem bagi pertumbuhan ekonomi negeri panda tersebut.
Surplus perdagangan China juga menyusut menjadi US$ 155,14 miliar disusul melambatnya ekspor dan impor. Tingkat konsumsi dunia berkurang drastis setelah adanya krisis ekonomi global.
(ang/dnl)










































