Tol Merak Banjir, Pengusaha Ngaku Rugi Rp 200 Miliar

Tol Merak Banjir, Pengusaha Ngaku Rugi Rp 200 Miliar

- detikFinance
Selasa, 17 Jan 2012 12:59 WIB
Tol Merak Banjir, Pengusaha Ngaku Rugi Rp 200 Miliar
Jakarta - Banjir yang melanda tol Merak beberapa hari lalu diperkirakan merugikan para pengusaha logistik sampai Rp 200 miliar. Hal ini karena banjir yang sejak hari Minggu kemarin mengakibatkan kemacetan.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia Mahendra Rianto, dalam Acara Diskusi Industri Logistik, di Intercontinental MidPlaza, Jakarta, Selasa (17/01/2012)

"Dari mana saya hitung? Dari jumlah volume barang yang diangkut per truk. 1 truk itu nilai barangnya untuk consumer goods Rp 150 juta sampai Rp 200 juta. Kalau terlambat 1 hari opportunity lost nya yah segitu. Nah sekarang bisa didata aja yang lewat sana berapa, katakanlah 1000 truk kali aja 1000 kalau 200 juta per truk per hari," jelasnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari perhitungan Mahendra didapat nilai sebesar Rp 200 miliar per hari. Maka dapat disimpulkan bahwa kerugian para pengusaha akibat banjir tol Merak mencapai Rp 200 miliar per hari.

"Kalau untuk perusahaan saya sendiri, saya rugi Rp 1,6 miliar per hari," tambahnya

Seperti diketahui jebolnya tanggul di Pamarayan, Banten, mengakibatkan banjir di ruas tol Jakarta-Merak. Banjir merendam ruas tol di KM 56 dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter sehingga tidak mungkin dilalui mobil.

Tak ayal terjadi kemacetan panjang, Minggu (15/1/2012). Untuk sementara arus kendaraan dari arah Jakarta dialihkan untuk keluar di pintu tol Bitung, Tangerang. Namun banjir itu mulai surut sore hari, Senin (16/1/2012). Warga yang sebelumnya mengungsi ke tepian Tol Jakarta-Merak mulai kembali ke rumahnya. Lalu lintas di ruas Tol Merak pun sudah kembali lancar.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads