"Kita tidak ingin kebutuhan danging yang dipasok juga para importir terus berlangsung tanpa ada upaya bagi mereka memasok sendiri dari dalam negeri," kata anggota Komisi IV DPR-RI Viva Yoga Mauladi dalam rapat kerja Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (17/1/2012).
Selama ini, nilai Yoga, para importir hanya membayar fee kepada pemerintah melalui bea masuk atau pajak lainnya, tapi tidak ada keinginan importir untuk mendukung pemerintah untuk swasembada daging.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga setiap daging atau sapi bakalan yang diimpor, para importir ini harus menyediakan sapi betina produktif dan nantinya bisa dibagikan ke peternak sebagai subsidi silang.
"Jadi para importir jangan maunya enak saja tinggal impor daging berapa kekurangan kebutuhan, tapi juga ada upaya dari importir untuk sama-sama membantu pemerintah untuk membantu program swasembada gading," tandas Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI ini.
Seperti diketahui, pada 2012 Kementerian Pertanian menetapkan kuota daging impor sebesar 85.000 ton. Menurut Menteri Pertanian, Suswono, kebutuhan daging ini sekitar 399 ribu ton akan dipasok dari dalam negeri. Angka ini didasarkan dari hasil sensus sapi yang dilakukan BPS beberapa waktu lalu.
Karena kebutuhan daging yang belum dipenuhi domestik, maka pemerintah membuka kran impor 85.000 ton daging beku dan 283 ribu ekor sapi bakalan. Menurut Suswono, meski impor sudah terjadi penurunan drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
(hen/hen)











































