Direktur Bisnis Mikro dan Ritel Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dengan e-Toll Card maka pengguna tol tak perlu antre berlama-lama di gerbang tol seperti jika dengan pembayaran tunai.
"Tujuan penggunaan e-Toll Card ini memang adalah memudahkan pengguna tol dengan mengurangi antrean di gerbang tol," jelas Budi kepada detikFinance, Selasa (17/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut keterangan dari situs Bank Mandiri, e-Toll Card harus memiliki saldo maksimal Rp 1 juta dan saldo minimal Rp 10 ribu. Tidak ada batas expired kartu, namun apabila dalam jangka waktu 1 tahun kartu tidak digunakan untuk transaksi isi ulang ataupun pembayaran/purchase, maka pemegang kartu akan dikenakan biaya administrasi Rp 10 ribu pada saat pengaktifan kembali.
Pengguna e-Toll Card dapat melakukan transaksi isi ulang di EDC mandiri prabayar, e-Banking (mandiri Internet, mandiri SMS, mandiri ATM) atau secara tunai di Cabang Bank Mandiri, dan seluruh outlet Indomaret.
Para pemegang e-Toll Card bisa menggunakan 3 jenis gerbang tol yang ada saat ini. Pertama gerbang tol yang masih ada petugasnya, lalu gerbang tol GTO (Gardu Tol Otomatis) yang masih perlu buka jendela untuk memperlihatkan kartunya, dan terakhir juga gerbang tol otomatis tanpa berhenti atau e-Toll Pass.
Namun, para pengguna e-Toll Card yang ingin menggunakan gerbang tol otomatis dengan teknologi tanpa perlu berhenti, maka para pengguna tol harus mengeluarkan investasi Rp 500 ribu untuk alat sensor di kaca mobil.
Pada layanan transaksi non-stop ini, pengemudi tidak perlu menghentikan kendaraan untuk melakukan transaksi tetapi cukup melintasi gerbang tol dengan kecepatan 10 km/jam. Setelah terdengar bunyi 'bip-bip' di perangkat on board unit (OBU) yang terpasang di kaca depan, palang pintu gardu tol pun akan terbuka dan transaksi selesai.
Untuk alat sensor e-Toll Pass ini, Bank Mandiri saat ini baru menyediakan terbatas untuk nasabahnya. Karena memang alat sensor ini bukan bisnis Bank Mandiri. Ke depan mungkin Bank Mandiri akan menggandeng pihak lain untuk penjualan teknologi e-Toll Pass ini. Selain itu di Maret nanti, pihak Jasa Marga juga akan menjual alat sensor e-Toll Pass di pasaran.
Pengguna e-Toll Card ini memang tak boleh lupa untuk mengisi ulang kartunya jika ingin terus menggunakan kartu saat melintasi jalan tol. "Dulu nasabah memang komplain uangnya masih ada tapi nggak bisa dipakai. Kalau sekarang kita akan ada sisa minimumnya. Tujuannya agar kartu tidak langsung dibuang oleh pengguna tol karena kartunya bisa dipakai 2-5 tahun," jelas Budi.
Pada 1 Desember 2011, Bank Mandiri dan Jasa Marga menambah ruas tol yang dapat menerima e-Toll Card sehingga mencapai 9 ruas tol terdiri dari 118 gerbang (482 gardu tol). Dengan demikian ruas e-Toll Card akan meliputi ruas tol Dalam Kota Jakarta dan Bandara Soekarno Hatta, Cikupa-Merak, JORR (Gerbang RorotanβPondok Ranji), JLB-W1 (Jakarta Lingkar Barat Satu), Bogor Outer Ring Road, JakartaβCikampek (Gerbang Pondok GedeβCikarang) dan Jagorawi (Gerbang Taman MiniβCibubur), seperti dikatakan oleh Direktur Jasa Marga Frans Sunito.
Budi mengatakan, saat ini ada sekitar 100 ribuan pengguna e-Toll Card, dan akan ditingkatkan menjadi 700 ribu kartu dalam waktu 6 bulan ke depan. Saat ini jumlah transaksi penggunaan e-Toll Card mencapai 2,2 juta transaksi per bulan. "Jumlah ini akan ditingkatkan menjadi 4 juta transaksi per bulan. Ini berarti sekitar 20% dari total transaksi tol di Jabodetabek, dan ini yang mau kita kejar," imbuh Budi.
"Jika target tersebut tercapai maka jumlah antrean kendaraan di gerbang tol bakal makin pendek," kata Budi.
Bank Mandiri telah menyiapkan tiga jenis promosi untuk menggenjot penjualan e-Toll Card. Program pertama yang bakal dilakukan akhir Januari 2012 adalah undian gratis bayar tol selama sebulan untuk 1.000 orang pengguna e-Toll Card.
Lalu kedua adalah program promosi seperti beli 10 e-Toll Card bisa dapat bonus satu. Kemudian ketiga akan dilakukan penjualan di gerbang tol oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan dan direksi Bank Mandiri serta Jasa Marga.
"Jadi kita berencana untuk memblok semua siaran radio di Jabodetabek untuk memberitahukan di pagi hari ada Menteri dan direksi Bank Mandiri berjualan e-Toll Card. Untuk waktunya mengikuti jadwal Dahlan Iskan," jelas Budi.
Untuk hadiahnya, akan disediakan iPad, iPod, atau Blackberry. Ini semua promosi yang coba dilakukan Bank Mandiri untuk menggenjot penjualan e-Toll Card.
Cukup layakkah menurut anda menggunakan e-Toll Card ini?
(dnl/ang)











































