Bank Dunia Ingatkan Krisis Global Bisa Lebih Buruk dari 2008

Bank Dunia Ingatkan Krisis Global Bisa Lebih Buruk dari 2008

- detikFinance
Rabu, 18 Jan 2012 11:25 WIB
Bank Dunia Ingatkan Krisis Global Bisa Lebih Buruk dari 2008
Jakarta - Bank Dunia (World Bank) memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi global di 2012. Selain itu, Bank Dunia juga memperingatkan akan adanya bahaya krisis ekonomi yang lebih parah dari 2008.

Akibat lambatnya pertumbuhan ekonomi di beberapa negara besar dunia membuat Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi global di 2012 hanya 2,5%, sementara di 2013 bisa mencapai 3,1%. Padahal, sebelumnya diprediksi bisa mencapai 3,6%.

"Dunia bisa jatuh ke masa resesi yang lebih parah dari (krisis) 2008/09)," kata laporan Prospek Ekonomi Global Bank Dunia yang dikutip AFP, Rabu (18/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, krisis finansial masih bergerak datar seolah tak berarti. Namun, kondisi tersebut diprediksi bisa meledak tiba-tiba seperti yang terjadi pada krisis jamannya Lehman Brothers.

Bank Dunia juga memperingatkan negara-negara yang masih boros angggaran tidak bergantung kepada pasar dalam menggenjot pembiayaan, terutama untuk utang jatuh tempo dan defisit. Pasalnya, pelaku pasar akan semakin menjauhi negara yang bersikap seperti itu.

Negara-negara ini merupakan lini depan dalam menghalau potensi krisis ekonomi dan masa resesi. Untuk itu, negara-negara ini bisa memotong anggaran untuk menghentikan defisit yang terjadi setiap tahunnya.

Gejolak finansial di negara-negara berkembang dan berpendapatan tinggi telah memperlambat pertumbuhan global meskipun aktivitas ekonomi masih relatif kuat di Amerika Serikat dan Jepang.

Pertumbuhan ekonomi global di 2011 diperkirakan naik 2,7% berdasarkan perhitungan Bank Dunia. Selain itu, pertumbuhan di beberapa negara berkembang, seperti Brasil dan India, ikut melambat pengetatan kebijakan.

"Negara-negara berkembang perlu mempersiapkan diri untuk guncangan sementara masih ada waktu," ujar kepala ekonom Bank Dunia Justin Lin.

Pertumbuhan ekonomi di negara berkembang direvisi, turun menjadi 5,4% dari prediksi sebelumnya 6,2% pada bulan Juni 2011. Negara berpenghasilan tinggi diharapkan tumbuh 1,4% tahun ini, terbebani kontraksi 0,3% oleh krisis di 17 negara Uni Eropa.
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads