Tahun lalu Bulog hanya menyerap beras petani sebanyak 1,8 juta ton, sementara beras impor yang diserap oleh Bulog hingga 1,9 juta ton sampai Februari tahun ini.
"Sebetulnya, saya melihat karena Bulog belum optimal saja. Kalau dia bisa langsung menyerap ke petani mungkin dia bisa dapat dengan harga yang bagus yang tidak melanggar UU (membeli di atas HPP)," kata Suswono di kantor presiden, Rabu (18/1/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya kalau Bulog bisa mengolah gabah ini dengan baik dan mau bekerja keras untuk mengolah gabah, maka bisa mendapat beras berkualitas dan serapan pun banyak. Sayangnya, Bulog tak memanfaatkan secara optimal unit-unit pengolahan gabah milik mereka karena banyak tidak terpakai.
"Jadi Bulog ini jangan mengandalkan mitra. Kalau mitra Bulog pedagang kan kalau dijual dipasar untung, kenapa harus diserahkan ke Bulog? Saya pikir Bulog harus komitmen dan presiden menekankan supaya Bulog serapannya harus dari dalam negeri," katanya.
(hen/dnl)











































