Menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Kementerian Keuangan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP akan melakukan tender hak pengelolaan. Dahlan pun siap jika beberapa BUMN bermitra dalam memenangkan tender tersebut.
"Pemerintah kan sudah putuskan tidak perpanjang. Nah, siapa yang diberi hak pengelolaan? Saya denger dari Menkeu, itu PIP atas nama pemerintah," katanya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (20/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara tersirat, Dahlan mengharap PT PLN (Persero) adalah BUMN yang memenangkan tender. Karena pembangkit listrik Asahan II yang berada dalam proyek Inalum, bermanfaat untuk menambah daya PLN.
"PLN sangat minat operasikan, Karena terjadi integrasi sistem PLN, dan akan saling membantu kalau PLN kurang daya. Dan akan mudah dipakai oleh rakyat," tuturnya. Asahan II memiliki kapasitas cukup besar, sekitar 600 mw.
Jika PLN memenangkan tender, PLN akan mengelola pembangkitnya saja. Sedangkan pengelolaan industri alumunium diserahkan ke BUMN lain.
"Kalau yang lain bisa saja Antam, Timah atau siap. Nanti tergantung tender kan. Mana yang harganya terbaik. Negara kan serahkan Rp 2 triliun, dan nanti miliki secara penuh," tegas Dahlan.
Selain BUMN, menurut info yang didengar Dahlan, banyak perusahaan swasta yang minat dalam pengelolaan Inalum. Meski Dahlan tidak menyebut indentitas swasta yang dimaksud.
"Swasta banyak. Saya denger-denger aja. Kalau bisa jatuh ke BUMN. Karena ini perusahaan negara, tinggal tentukan BUMN harus bayar berapa," imbuhnya.
(wep/ang)











































