Proyek seluas 600 hektar yang berada pada kawasan Subang, Jawa Barat ini merupakan pusat pengembangan, penelitian dan produksi bahan-bahan berenergi tinggi serta bahan peledak. EMC ini diakui telah meraih green certificate.
“Diharapkan EMC ini dapat menjadi pusat unggulan di dalam pengembangan, penelitian dan produksi bahan-bahan berenergi tinggi serta bahan peledak baik untuk keperluan komersial, maupun militer dapat terintegrasi dengan baik,” ujar Direktur Utama PT Dahana, Tanto Dirgantoro dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Minggu (22/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Proyek yang bernilai hampir 1 triliun, dengan aset investasi Dahana sebesar Rp 286 miliar ini merupakan bentuk sinergi antara Dahana dengan beberapa perusahaan BUMN lainnya yaitu BNI, Telkom, PLN, dan PP,” jelasnya.
Tanto yakin dengan adanya pusat penelitian ini, bisnis jasa peledakan dapat dikembangkan sehingga target pendapatan perusahaannya pada tahun ini sebesar Rp 974 miliar dapat tercapai.
“Target yang ingin dicapai terutama di bisnis jasa peledakan, Dahana menargetkan pencapaian pendapatan 2012 di atas Rp 974 miliar atau sekitar 54,6 persen lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu yaitu sekitar Rp 630 miliar,” tegasnya.
(nia/dru)











































