Suswono Kagum Bagaimana Jerman Memproteksi Para Petani

Suswono Kagum Bagaimana Jerman Memproteksi Para Petani

- detikFinance
Selasa, 24 Jan 2012 15:49 WIB
Suswono Kagum Bagaimana Jerman Memproteksi Para Petani
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengaku begitu kagum dengan kebijakan proteksi pemerintah Jerman terhadap para petaninya. Padahal Jerman termasuk negara maju dan menjadi negara pengekspor terbesar di dunia.

"Banyak kebijakan pertanian di Jerman yang membuat saya kagum, misalnya bagaimana negara tersebut memberikan dana bantuan ke petani yang bahkan memiliki lahan 50 hektar, kalau di Indonesia petani ini seharusnya sudah pantas mandiri, tapi disana Jerman sangat memproteksi dan melindungi petaninya," ujar Suswono di kantornya, Ragunan, Jakarta, Selasa (24/1/2012)

Selain itu, lanjut Suswono, Jerman berani memberikan bantuan sapi langsung ke petani di sektor peternakan dan memberikan pinjaman kredit yang bunganya sangat rendah yakni sekitar 4%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang harus diakui, semuanya itu bisa dilakukan karena Jerman memiliki database yang sangat baik, jadi subsidinya sangat tepat sasaran, di Indonesia sulit, karena data masih kurang baik," tandas Suswono.

Belum lama ini Suswono menghadiri acara International Agriculture Ministers Panel Discussion dan Berlin Agriculture Ministers' Summit 2012 di Jerman. Ia juga membahas beberapa hal terkait pengembangan produk pertanian organik di Jerman dan tukar menukar pandangan tentang kebijakan di negara masing-masing.

Misalnya Jerman meminta agar Indonesia dapat mengekspor produk-produk pertanian organik ke negaranya.

"Bahkan produk organik seperti beras organik saat ini kita sudah ekspor ke Amerika dan beberapa negara eropa, namun jumlahnya masih kecil," ujarnya.

Menurut Suswono, apalagi Jerman sangat membuka kesempatan bagi pengusaha Indonesia dan petani khususnya untuk dapat mengekspor hasil pertanian organik.

"Mereka akan memudahkan persyaratan ekspor barang Indonesia (produk organik) walaupun di lapangan sering terjadi proteksi terhadap barang Indonesia yang masuk ke Eropa contohnya Kelapa Sawit (CPO)," katanya.


(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads