Daya Saing Perusahaan Konstruksi Nasional Sangat Rendah

Daya Saing Perusahaan Konstruksi Nasional Sangat Rendah

- detikFinance
Rabu, 28 Jul 2004 16:31 WIB
Jakarta - Daya saing perusahaan konstruksi nasional di tingkat global sangat rendah. Hingga kini tercatat tidak sampai 1 persen jumlah perusahaan konstruksi besar Indonesia yang memiliki daya saing global. Hal ini terjadi karena Indonesia belum memiliki kerangka kebijakan maupun strategi pengembangan sektor jasa konstruksi secara nasional.Demikian diungkapkan Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) Sulistijo Sidarto Muljo di Hotel Grand Melia, JL HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (28/7/2004)."Jika dilihat dalam peta global tidak sampai 1 persen jumlah perusahaan konstruksi nasional yang memiliki daya saing global. Sementara di dalam negeri sendiri sektor industri jasa konstruksi masih menghadapi kendala kapasitas dan kompetensi yang harus terus ditingkatkan," ujar Sulistijo.Pihak LPJKN saat ini akan terus menginventarisir seluruh masalah untuk dirumuskan dalam suatu formula yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan strategi untuk mengembangkan industri jasa konstruksi nasional.Menurutnya peran industri konstruksi sangat penting dalam mendorong terjadinya pertumbuhan dan daya saing ekonomi nasional. Sementara pada satu sisi pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan mendorong berkembangnya industri jasa konstruksi."Jadi keduanya saling mendukung untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi. Kami ingin sektor jasa konstruksi kita lebih kompeten dan profesional agar dapat membantu pemerintah meningkatkan daya saing ekonomi nasional," ujarnya. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads