Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Herry Poernomo menyatakan pemerintah berencana untuk kembali melakukan penghematan anggaran dengan mengurangi biaya-biaya yang bukan merupakan prioritas.
"Ya tentu hal-hal yang terkait dengan yang kita indikasikan sebagai kegiatan-kegiatan yang memang tidak prioritas. Ya kegiatan-kegiatan yang memang bisa diefisienkan, ada belanja barang, ada belanja operasional, tapi dengan tetap menjaga pelayanan minimum dari K/L itu sendiri," ujar Herry di Jakarta, Minggu (5/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk penghematan tahun kemarin kan dengan Inpres dari Presiden itu sekitar 10 persen tapi dapatnya sekitar Rp 12 -14 triliun," jelasnya.
Herry menyebutkan salah satu contoh konkrit yang dapat dilakukan guna menghemat anggaran adalah dengan penghematan listrik dan air di setiap kementerian dan lembaga. Hal ini juga yang akan dilakukan pada Kementerian Keuangan.
"Saya kira keharusan menghemat energi dan air itu kan harus jalan terus, dan bagaimana kita mengeksekusinya. Dari sisi anggaran itu akan mengurangi biaya belanja barang. Ya itu salah satu yang kita coba, mustinya itu harus totalitas kalau untuk penghematan, jadi tidak hanya di sini saja," paparnya.
Menurut Herry, penghematan ini merupakan suatu bentuk langkah antisipatif pemerintah jika kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) maksimum 10 persen tidak dilakukan pada 1 April mendatang. Sementara harga minyak semakin tinggi.
"Pak Menteri bilang kan kita harus siapkan kuda-kuda," pungkasnya.
(nia/dru)











































