Dunia Bisnis Optimistis Menghadapi Awal 2012

Dunia Bisnis Optimistis Menghadapi Awal 2012

- detikFinance
Senin, 06 Feb 2012 15:06 WIB
Dunia Bisnis Optimistis Menghadapi Awal 2012
Jakarta - Para pelaku usaha diproyeksikan optimistis menghadapi kondisi bisnis selama 3 bulan pertama 2012. Berdasarkan survei BPS, Indeks Tendensi Bisnis (ITB) triwulan I-2012 sebesar 108,37 artinya kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan IV-2011.

Demikian laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Senin (6/2/2012)

Tingkat optimisme pelaku bisnis diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan triwulan IV-2011 (nilai ITB sebesar 106,92). Semua sektor ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi (nilai ITB sebesar 116,27), dan terendah terjadi pada Sektor Jasa-Jasa (nilai ITB sebesar 104,55).

Tercatat nilai ITB pada triwulan IV-2011 sebesar 106,92, berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah jika
dibandingkan dengan triwulan III-2011 (nilai ITB sebesar 107,86).

Peningkatan kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 terjadi di semua sektor, kecuali Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan (nilai ITB sebesar 98,14). Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi (nilai ITB sebesar 111,51).

Kondisi bisnis pada triwulan IV-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha (nilai indeks sebesar 108,27), penggunaan kapasitas produksi (nilai indeks sebesar 105,53), dan rata-rata jam kerja (nilai indeks sebesar 106,32).

Indeks Tendensi Bisnis adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia. ITB merupakan indeks yang menggambarkan kondisi bisnis dan perekonomian pada triwulan
berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.

Ini dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sampel STB triwulan IV-2011 sekitar 2.000 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan.

Optimisme Konsumen Pun Membaik

Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada triwulan I-2012 diperkirakan sebesar 108,08, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan akan membaik. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108,44).

Perkiraan membaiknya kondisi ekonomi konsumen terjadi di semua provinsi di Indonesia (33 provinsi), dimana 16 provinsi diantaranya (48,48 persen) diperkirakan memiliki nilai indeks di atas nasional. Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan (nilai ITK sebesar 112,00) dan terendah di Bengkulu (nilai ITK sebesar 104,46).

Sementara itu ITK pada triwulan IV-2011 sebesar 108,44, artinya kondisi ekonomi konsumen meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai ITK sebesar 110,24). Membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga, rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari, dan peningkatan konsumsi beberapa komoditi makanan dan bukan makanan.

Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena ada peningkatan kondisi ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi), di mana 13 provinsi diantaranya (39,39 persen) memiliki nilai indeks di atas nasional. Provinsi yang memiliki nilai ITK tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113,07). Sebaliknya, rovinsi Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah, yaitu sebesar 105,34.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads