ADB Ingatkan Ancaman Krisis Pangan Dunia

ADB Ingatkan Ancaman Krisis Pangan Dunia

- detikFinance
Senin, 06 Feb 2012 15:48 WIB
 ADB Ingatkan Ancaman Krisis Pangan Dunia
Jakarta - Krisis keuangan yang terjadi di Eropa akibat lilitan utang saat ini bakal berkembang menjadi krisis pangan dan komoditi. Bank Pembangunan Asia (ADB) meminta Asia mewaspadai krisis ini.

Kepala Ekonom ADB, Changyong Rhee menjelaskan, telah terjadi pergolakan harga pangan dan komoditi di dunia akibat dari krisis keuangan yang masih terjadi. Keadaan ini ditambah dengan pengetatan dana untuk penelitian, hingga terjadinya perubahan iklim.

Apa yang terjadi ini merupakan ancaman serius bagi ketahanan pangan di negara ASEAN. "Harga pangan yang meningkat dan bergejolak, terutama beras berdampak pada ketahanan pangan jutaan warga ASEAN," tutur Rhee dalam diskusi di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (6/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Rhee, seluruh pihak harus bergerak bersama dalam menghindari guncangan akibat lonjakan harga pangan, untuk mencegah warga paling miskin di kawasan ASEAN terkena dampaknya.

Menteri Keuangan, Agus Martowardojo menambahkan, pentingnya mewaspadai faktor eksternal yang tidak bisa dihindari Indonesia yakni perubahan iklim.

Bagi Agus ada dua cara untuk mengatasi dampak perubahan iklim, yaitu; pertama, melalui kerja sama kawasan yang lebih kuat, kedua melindungi mereka yang rentan terhadap gejolak harga pangan dengan perbaikan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan.

Iwan Aziz, Kepala Kantor Integrasi Ekonomi Regional ADB menyampaikan Asia harus memperbesar pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Langkah ini penting untuk memastikan suara mereka ikut menentukan dalam penataan kembali ekonomi global.

"Pada saat yang sama mereka harus memastikan bahwa seluruh penduduk mereka (bukan hanya sebagian kecil), mendapatkan manfaat dari pertumbuhan tersebut," tutur Iwan dalam rilis yang dipublikasikan.

Bagi ADB, peningkatan pertumbuhan ekonomi domestik dapat berhasil saat ada kemitraan dan pendanaan dalam memperkuat ketahanan pangan, di tengah gejolak harga.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads