Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Masykur A Sultan dalam keterangan persnya di Pizza Ria Kafe, Tamalanrea, Makassar, senin (6/2/2012).
"Open Sky itu mirip konsepnya dengan free trade, manfaatnya akan banyak perusahaan asing yang menanam investasi di wilayah timur Indonesia, sebelum dimulai di tahun 2015 mendatang kita harus siap lebih awal daripada kita kasak-kusuk nanti," ujar Masykur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini baru Maskapai Garuda yang membangun hub penerbangannya, yakni rute Makassar ke kota-kota lain di Indonesia dan rute internasional Makassar-Singapura. Selain Garuda, adapula maskapai Air Asia rute Makassar-Kuala Lumpur dan Singapura.
Selain Masykur, pakar transportasi Universitas Hasanuddin, Prof Ing Yamin Jinca yang turut hadir, menyebutkan penambahan panjang runway harus dipercepat mengingat animo masyarakat pengguna transportasi udara di kawasan Timur Indonesia sangat tinggi dan peluang investasi dari Asia-Pasifik bisa diantisipasi.
"Jumlahnya sudah sangat tinggi, prediksi jumlah penumpang 7 juta pertahun, namun tahun ini sudah lebih dari angka tersebut, kalau tidak ditangani bandara jadi semrawut," pungkas Ketua Program Magister Transportasi Pascasarjana Unhas ini.
ASEAN Open Sky merupakan kebijakan untuk membuka wilayah udara antar sesama anggota negara ASEAN. Hal ini dianggap sebagai bentuk liberalisasi angkutan udara yang telah menjadi komitmen kepala negara masing-masing negara anggota dalam Bali Concord II yang dideklarasikan pada KTT ASEAN tahun 2003.
Misalnya tahun 2008 pembatasan untuk penerbangan antar ibukota negara ASEAN dihapus. Menyusul kemudian hak angkut kargo pada tahun 2009 dan diikuti hak angkut penumpang tahun 2010 dengan puncaknya ASEAN Single Aviation Market tahun 2015.
(mna/hen)











































