Demikian disampaikan Dirut PT Garuda Emirsyah Satar saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
"Di Garuda kita sudah ada prosedur yang selalu kita lakukan yaitu secara random kita cek dan kita selalu lakukan itu, dari dulu sudah rutin. Per bulan ada terus jadi sengaja kita random cek, itu harus," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ooo nggak karena kalau setiap penerbangan ada, itu waktunya, tapi kita selalu random, dan memang ada periksa kesehatan, bener-benar komprehensif, kita ikuti aturan internasional," tegasnya.
Emir menegaskan jika ditemukan pilot dan pegawai Garuda yang menggunakan shabu atau sejenis narkotika maka akan diberhentikan."Kita pecat, kita tidak bisa mentolerir itu ya, ada aturannya, aturan kepegawaian kita, tidak hanya pilot tapi seluruh karyawan," tegasnya.
Namun, Emir mengaku tidak bisa menjamin pilotnya bersih dari narkotika. Hanya saja upaya pencegahan tersebut telah dilakukan oleh perseroan
"Kami sudah lakukan peringatan lagi kepada semuanya, karena memang nggak usah pilot, nggak usah kru lah, pegawai saja tidak boleh. Yang bisa jamin yang di atas," tandasnya.
(nia/hen)











































