"Apa yang ada di Merpati, seperti PLN. Tapi ini baru awalnya saja," kata Dahlan di gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Ia pun tidak campur tangan atas penyertaan dana tambahan Rp 250 miliar ini. Dahlan mempercayakan kepada manajemen Merpati. Opsi apapun termasuk pinjaman mungkin dilakukan Merpati, selama memungkinan dari sisi bisnis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sepakat, Merpati harus bangkit. Tanpa atau dengan uang Rp 250 miliar," paparnya.
Niat mundurnya Direktur Utama MNA, Sardjono Jhony Tjitrokusumo pun ditentang seluruh karyawan. Seluruh internal berjanji tetap berjuang mempertahankan Merpati asal Jhony tidak mundur.
"Mundur nggak jadi. Ini konsekuensi. Namun pemenuhan dana diserahkan kepada korporasi. Bahkan mereka rencana membeli jet baru dengan kapasitas 100 tempat duduk," tegasnya.
Pengusaha media ini juga mengatakan dalam berbisnis uang adalah nomor dua.
Sebelumnya Dahlan Iskan mengusulkan untuk menutup PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Pasalnya, setelah disuntik dana oleh pemerintah sampai kini tidak banyak perubahan.
Usulan itu disampaikan Dahlan dalam rapat bersama manajemen dan komisaris maskapai plat merah itu akhir pekan lalu. Komisaris Utama Merpati M. Said Didu yang juga hadir dalam rapat tersebut mengatakan, manajemen masih percaya Merpati bisa berkembang.
(wep/hen)











































