Demikian disampaikan Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana dalam siaran pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Jumat (9/2/2012).
"Diperkirakan tahun 2012 ini Pos Indonesia akan melakukan pengiriman lebih dari 245 ribu pucuk surat standar (berperangko) dan lebih dari 16 ribu paket pos dengan mengoperasikan Sistem Kontrol Operasi," kata Ketut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerapan Sistem Kontrol Operasi (OCS) merupakan bagian dari strategi manajemen untuk meningkatkan kualitas operasi Pos Indonesia dalam pengelolaan proses operasi indoor maupun outdoor yang meliputi Collection, Process, Transport serta Delivery (C-P-T-D) pada setiap unit operasi.
"Bagian operasi akan dapat mengontrol semua pergerakan kiriman di wilayah dan juga secara nasional. Bagi pelanggan Pos Indonesia yang tidak memiliki jaringan internet dan ingin mengetahui pergerakan kirimannya, maka akan dilayani dengan sistem ini oleh staf Pos Indonesia setempat,” jelas Ketut.
Sistem Kontrol Operasi akan menyajikan performansi atau kinerja pencapaian standar waktu harian pada rangkaian tahapan proses operasi C-P-T-D , sehingga realisasi proses operasi dapat terlaksana sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Proses pengendaliannya dilakukan dalam satu ruangan (Work Room) melalui panel monitor kinerja aktivitas proses operasi dimana akan dilakukan koordinasi harian antara Kantor Pusat dengan Kantor Divre sehingga setiap permasalahan dapat memperoleh solusi dan perbaikan pada kesempatan pertama.
"Dengan Sistem Kontrol Operasi yang handal, maka akan mendorong peningkatan market share bisnis surat dan paket," tutup Ketut.
(dru/hen)










































