Semester II, Harga Minyak Diperkirakan Capai US$ 34/Barel

Semester II, Harga Minyak Diperkirakan Capai US$ 34/Barel

- detikFinance
Jumat, 30 Jul 2004 11:30 WIB
Jakarta - Pemerintah memperkirakan harga minyak mentah dunia pada semester II/2004 masih akan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yakni mencapai US$ 34 per barel karena adanya kekhawatiran pasar akan terjadinya gangguan suplai yang dipicu oleh keamanan yang belum pulih di Irak. Disamping itu permintaan minyak dunia yang tetap tinggi dipicu juga oleh permintaan minyak dari Cina serta rendahnya stok minyak AS. Harga minyak mentah dunia dalam APBN 2004 hanya dipatok US$ 22 per barel. Demikian laporan pemerintah tentang pelaksanaan APBN semester I/2004.Sementara untuk produksi secara keseluruhan pada 2004 hanya akan mencapai 1,072 juta barel per hari atau lebih rendah dari asumsi APBN sebesar 1,150 juta barel per hari. Hal ini disebabkan belum adanya tambahan produksi minyak terkait belum optimalnya produksi sumur-sumur minyak baru, penurunan secara alamiah produksi minyak yang berasal dari sumur tua dan kurangnya investasi baru dibidang perminyakan pasca krisis. Sedangkan pertumbuhan ekonomi pada semester II akan lebih baik dibandingkan semester I/2004. Dengan demikian target pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2004 sebesar 4,8 persen diperkirakan akan tercapai. Demikian juga untuk nilai tukar rupiah diperkirakan akan menguat sehingga rata-rata nilai tukar rupiah pada tahun 2004 bisa mencapai Rp 8.900 per US$ 1.Dengan terkendalinya perkembangan jumlah uang beredar dan relatif stabilnya nilai tukar rupiah akan mengurangi tekanan inflasi tahunan lebih lanjut sehingga untuk keseluruhan laju inflasi dapat dikendalikan sekitar 7 persen. Selama semester I/2004 realisasi sejumlah indikator makro adalah tingkat inflasi 6,83 persen sementara asumsi APBN 6,5 persen. Nilai tukar rupiah Rp 8.735 per US$ 1 sementara asumsi APBN 8.600 per US$ 1, SBI 7,49 persen dimana asumsi APBN 8,5 persen, harga minyak internasional US$ 32,67 per barel asumsi APBN US$ 22 per barel, produksi minyak 1,072 juta barel per hari sementara asumsinya 1,150 juta barel per hari.Terkait perkiraan stabilnya rupiah pada semester II, dalam laporan itu disebutkan sebagai akibat membaiknya ekspektasi pasar serta lancar dan amannya pemilu. Selain itu kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia untuk menjaga rupiah juga dinilai memberikan andil bagi penguatan rupiah.Dari sisi eksternal neraca pembayaran pada semester II masih defisit sebesar US$ 1,427 juta. Hal ini berarti kinerja neraca pembayaran pada periode ini mengalami penurunan dibandingkan semester II/2003. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads