Manajemen Qantas memutuskan untuk menutup dua rute internasional karena labanya anjlok 83% di semester II-2012 menjadi AUD 42 juta (US$ 44,8 juta), dibandingkan semster II-2010 yang sebesar AUD 241 juta.
Presiden Direktur Qantas Alan Joyce mengatakan, maskapai ini akan fokus kepada penerbangan internasional ke wilayah Asia. Menurutnya pengurangan tenaga kerja dan penutupan rute jadi opsi satu-satunya yang bisa dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biaya bahan bakar pesawat yang ditanggung oleh Qantas pada semester II-2011 lalu mencapai AUD 444 juta. Karena penurunan laba yang drastis ini, Qantas bakal memangkas belanja modalnya sebesar AUD 200 juta menjadi AUD 2,3 miliar di 2012.
"Kami memperkirakan akan ada 500 posisi yang terkena dampak dari perubahan yang akan kita lakukan," kata Joyce.
(dnl/ang)











































