"Kalau defisit, kita itu selama 10 tahun terakhir defisit kita tidak pernah mencapai 3%. Itu akan dijaga terus," katanya di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (17/2/2012).
Menurut Agus, pertimbangan kenaikan defisit terjadi karena adanya rencana kebijakan BBM bersubsidi di April 2012. Selain itu penerimaan pajak diproyeksikan turun. Namun menurut Agus terdapat pula pos yang mengalami kenaikan yaitu penerimaan dalam Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu menyeluruh yang kita lihat bukan hanya asumsi makro tapi pos-pos penerimaan dan pos-pos pengeluaran. Pos penerimaan itu yang kita lihat PNBP bisa dikoreksi naik, sedangkan untuk pajak mungkin akan ada sedikit koreksi turun. Tapi belanja harus mengelola subsidi dengan lebih baik," tutup Agus.
(dru/hen)











































