Duh! Bawang Putih Asal China Banjiri RI

Duh! Bawang Putih Asal China Banjiri RI

- detikFinance
Minggu, 19 Feb 2012 17:32 WIB
Duh! Bawang Putih Asal China Banjiri RI
Jakarta - Bawang putih impor dari China menguasi pasar dalam negeri. Sebanyak 411,3 ribu ton bawang putih asal negeri tirai bambu dengan nilai US$ 267,7 juta masuk ke tanah air sepanjang tahun 2011 lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, sebanyak 419,1 ribu ton bawang putih impor masuk ke tanah air sepanjang tahun 2011 lalu. Jumlah tersebut senilai dengan US$ 272,8 juta.

Impor bawang putih terbanyak berasal dari China. Pada tahun 2011 lalu, terdapat 411,3 ribu ton bawang putih asal negeri tirai bambu dengan nilai US$ 267,7 juta. Khusus bulan Desember, impor bawang putih asal China ini masuk sebanyak 37,2 ribu ton dengan nilai US$ 20,5 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Negara pengekspor bawang putih kedua terbanyak adalah Taiwan. Meskipun pada bulan Desember, negara ini tidak melakukan ekspor, tetapi total secara keseluruhan Januari hingga Desember, sebanyak 6,1 ribu ton dengan nilai US$ 3,5 juta masuk ke tanah air.

Kemudian, sebanyak 1,4 ribu ton bawang putih asal Malaysia pun masuk ke Indonesia. Jumlah tersebut senilai dengan US$ 1,4 juta. Pada bulan Desember, negara jiran ini memasukkan 98 ton bawang putih dengan nilai US$ 93 ribu.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat bahwa 95% kebutuhan bawang putih nasional dipenuhi oleh impor. Sementara sisanya berasal dari produksi petani dalam negeri.

Hal tersebut di sampaikan oleh Dirjen Holtikultura Hassanudin Ibrahim dalam Konferensi Pers Refleksi Akhir Tahun, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Untuk kelompok sayuran, impor kita itu paling tinggi adalah bawang putih. Kita impor sebesar 360.000 ton per tahun atau sebesar 95% dari total kebutuhan. Untuk produksi dalam negeri kita hanya 5% yaitu 12.000 ton per tahun," jelasnya.


(nia/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads