Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog Soetarto Alimoeso mengatakan produksi beras awal tahun 2012 ini mengalami penurunan hingga 1,6 juta ton. Hal ini mengakibatkan tingginya harga beras termurah hingga mencapai Rp 8.000 per Kg.
"Wah produksi kita itu turun 1,6 juta ton. Ini mengakibatkan beras tinggi harganya," kata Soetarto di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (20/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menjaga ketersediaan beras dan konsumsi masyarakat, Soetarto mengatakan pemberian beras miskin terus dilakukan. "Kita terus salurkan beras miskin (raskin) sampai akhir bulan Februari 2012 ini. Diharapkan bisa membantu," tutup Soetarto.
Sebagai catatan pada tahun lalu produksi mengalami penurunan 1,08 juta ton. Produksi padi hanya 65,39 juta ton gabah kering giling (GKG), lebih rendah 1,63 % dibandingkan 2010 sebesar 66,47 juta ton.
(dru/hen)











































