Panen Raya Mundur, Harga Beras Bertahan Tinggi

Panen Raya Mundur, Harga Beras Bertahan Tinggi

- detikFinance
Senin, 20 Feb 2012 15:11 WIB
Panen Raya Mundur, Harga Beras Bertahan Tinggi
Jakarta - Awal musim tanam yang mundur berpengaruh pada panen raya yang diperkirakan terjadi akhir Februari 2012 bakal tak kesampaian. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi tetap bertahannya kenaikan harga beras di awal tahun ini.

Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog Soetarto Alimoeso mengatakan produksi beras awal tahun 2012 ini mengalami penurunan hingga 1,6 juta ton. Hal ini mengakibatkan tingginya harga beras termurah hingga mencapai Rp 8.000 per Kg.

"Wah produksi kita itu turun 1,6 juta ton. Ini mengakibatkan beras tinggi harganya," kata Soetarto di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (20/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebutkan harga beras yang tinggi juga dikarenakan musim panen yang mundur dari jadwal sebelumnya. "Musim panen mundur juga ya sudah. Harga beras itu rata-rata mencapai Rp 8.000 per Kg lho," kata Dia.

Untuk menjaga ketersediaan beras dan konsumsi masyarakat, Soetarto mengatakan pemberian beras miskin terus dilakukan. "Kita terus salurkan beras miskin (raskin) sampai akhir bulan Februari 2012 ini. Diharapkan bisa membantu," tutup Soetarto.

Sebagai catatan pada tahun lalu produksi mengalami penurunan 1,08 juta ton. Produksi padi hanya 65,39 juta ton gabah kering giling (GKG), lebih rendah 1,63 % dibandingkan 2010 sebesar 66,47 juta ton.

(dru/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads