Pjs Kepala BPS Suryamin mengatakan, penambahan anggaran di 2012 ini karena terdapat lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) dan calon PNS (CPNS) BPS yang baru memperoleh nomor induk kepegawaian (NIK) tahun ini sementara anggarannya belum dialokasikan.
"Terdapat 261 lulusan STIS tetapi anggarannya belum masuk dalam APBN 2012 sehingga harus dimasukkan dalam APBN-P 2012," ujar Suryamin dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Suryamin juga melaporkan soal realisasi penggunaan anggaran di 2011 lalu. Dari pagu anggaran yang mencapai Rp 2,596 triliun, realisasi penggunaannya mencapai Rp Rp 2,482 triliun (95,6%).
Suryamin mengaku ada perbedaan pagu anggaran antara Badan Anggaran DPR dengan BPS di 2011 karena adanya penerimaan hibah dari luar negeri pada pertengahan tahun anggaran. "Tapi realisasi penggunaan anggaran BPS merupakan terbesar kedua setelah Kementerian PU," tutupnya.
(dnl/ang)











































