Mari Pangestu: Sektor Pariwisata Tahan Krisis

Mari Pangestu: Sektor Pariwisata Tahan Krisis

- detikFinance
Selasa, 21 Feb 2012 12:23 WIB
Jakarta - Sektor pariwisata dinilai sebagai yang paling tahan terhada krisis ekonomi global saat ini. Di Indonesia pun sektor ini masih tetap tumbuh tinggi di tengah krisis global.

"Kalau kita lihat pariwisata agak bertahan terhadap krisis global, perlambatan pertumbuhan ekonomi," jelas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (21/2/2012).

Mari menyebutkan saat ini pertumbuhan pariwisata di dunia masih 4,5%, sementara pariwisata Indonesia mengalami pertumbuhan hingga 9,5%. Sedangkan negara-negara Eropa yang mengalami krisis, tetap memiliki pertumbuhan pariwisata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lihat tahun lalu walaupun sudah ada tanda-tanda krisis, pertumbuhan pariwisata dunia itu masih 4,5%, Indonesia tumbuh 9,5% jadi tidak terlalu tepengaruh bahkan di Eropa sendiri pariwisatanya tetap tumbuh, seperti Yunani dan Spanyol tetap tumbuh, 11% dan 9%," paparnya.

Menurut Mari, pertumbuhan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia semakin meningkat. Karena itu meski terjadi krisis, pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan wisman dari 7,7 juta tahun lalu menjadi 8 juta wisman pada tahun ini.

"Komposisi dari wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia yang mulai meningkat dan terus meningkat itu Asia dan emerging countries seperti Rusia, Tiongkok, India , bahkan Timur Tengah, bahkan Tiongkok sudah lebih tinggi dari Jepang, jadi kita akan diversifikasi wisman kepada emerging economies," jelasnya.

Kedatangan wisman ke Indonesia akan semakin deras tahun ini karena memang banyak orang asing yang telah mengalokasikan anggaran pribadi untuk berlibur ke luar negeri.

"Ya saya rasa karena mereka menyimpan uang untuk jalan-jalan dan di Asia jelas orang pendapatan masih cukup baik untuk jalan-jalan. kalau di Eropa, mereka memang punya jatah untuk berlibur yah setiap tahun dan mereka yang sudah pensiun sudah ada rencana jalan-jalan," pungkasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads