Freeport Setoran Rp 21 Triliun ke Indonesia di 2011

Freeport Setoran Rp 21 Triliun ke Indonesia di 2011

- detikFinance
Selasa, 21 Feb 2012 15:41 WIB
Freeport Setoran Rp 21 Triliun ke Indonesia di 2011
Jakarta - PT Freeport Indonesia (Freeport) menyatakan telah memberikan setoran berupa pajak, royalti, dan dividen sebesar US$ 2,4 miliar atau sekitar Rp 21 triliun ke pemerintah Indonesia di 2011. Setoran ini naik 21% dibanding 2010 yang hanya sebesar Rp 17,3 triliun.

Demikian disampaikan oleh juru bicara Freeport Ramdani Sirait dalam siaran pers, Selasa (21/2/2012).

"Pembayaran ini terdiri dari Pajak Penghasilan Badan US$ 1,6 miliar, Pajak Penghasilan karyawan, Pajak Daerah serta pajak-pajak lainnya US$ 397 juta, royalti US$ 188 juta, dan dividen bagian pemerintah US$ 202 juta," tutur Ramdani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyatakan, sejalan sengan prosedur administratif yang berlaku dalam peraturan perpajakan Indonesia, maka dampak pembayaran pajak akibat aksi pemogokan karyawan di 2011 akan dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan di 2012.

Total kewajiban keuangan sesuai dengan ketentuan yang mengacu pada Kontrak Karya tahun 1991 yang telah dibayarkan Freeport kepada pemerintah Indonesia sejak tahun 1992 sampai Desember 2011 mencapai US$ 13,8 miliar.
Jumlah tersebut terdiri dari pembayaran Pajak Penghasilan Badan US$ 8,6 miliar, Pajak Penghasilan karyawan, Pajak Daerah serta pajak-pajak lainnya US$ 2,6 miliar, royalti US$ 1,3 miliar, dan dividen bagian pemerintah US$ 1,3 miliar.

Freeport juga menyatakan telah memberikan kontribusi tak langsung kepada Indonesia lewat investasi infrastruktur di Papua seperti kota, instalasi pembangkit listrik, bandara dan pelabuhan, jalan, jembatan, sarana pembuangan limbah, dan sistem komunikasi moderen.
Kemudian ada juga sekolah, asrama, rumah sakit dan klinik, tempat ibadah, sarana rekreasi, dan pengembangan UKM. Freeport mengklaim telah melakukan investasi kurang lebih US$ 7,2 miliar di proyek-proyek tersebut.

Dilaporkan Freeport, sampai 2011 jumlah karyawan Freeport dan perusahaan kontraktornya mencapai 22 ribu orang. Sebanyak 30% adalah pekerja asli Papua dan hanya mempekerjakan 2% tenaga asing.

Sepanjang 2011, Freeport menyatakan telah menginvestasikan lebih dari US$ 98 juta untuk program sosial di Papua.
(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads