Hal ini disampaikan SBY saat membuka rapat paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
"Masyarakat yang terdampak pada kenaikan BBM itu serta inflasi yang lain utamanya masyarakat yang miskin mesti kita berikan bantuan langsung sementara," ujar SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bantuannya bisa kita pikirkan yang dulu pernah kita lakukan atau kita modifikasi atau tambahan-tambahan baru yang itu memang tepat," tegas SBY.
Dikatakan SBY kenaikan harga BBM subsidi tak bisa dihindari karena harga minyak internasional saat ini rata-rata sudah tembus US$ 115 per barel, atau di atas perhitungan APBN 2012 yang sebesar US$ 90 per barel.
"Hari demi hari saya ikuti semua yang ada di televisi internasional dan kecenderungannya terus naik. Apalagi dua tiga hari yang lalu Iran telah memnghentikan ekspor minyaknya ke dua negara di Eropa, Uni Eropa. Dan Amerika telah memberikan sanksi kepada Iran, dan inilah salah satu titik didih yang mengakibatkan sentimen demikian negatifnya sehingga mengakibatkan harga minyak naik," tutur SBY.
(dnl/hen)










































