Nilai Tukar Petani Mei Naik 5,81 Persen
Senin, 02 Agu 2004 16:55 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Mei 2004, indeks nilai tukar petani naik 5,81 persen dibanding April dari 139,91 ke posisi 148,43. Kenaikan ini disebabkan petani mampu menjual hasil produksinya 7,75 persen dengan harga lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.Menurut Kepala BPS Choiril Maksum dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jl. Dr. Wahidin, Jakarta, Senin, (2/8/2004), dari 21 propinsi yang diamati kenaikan NTP tertinggi terjadi di Riau, yakni 14,41 persen. Sedangkan, penurunan terbesar di Sulawesi Tengah, yakni turun 2,2 persen.Sementara, menyangkut perkembangan harga gabah petani pada Juli 2004, untuk kualitas gabah kering panen (GKP) turun 1,97 persen dibanding Juni 2004. Namun, kualitas gabah lainnya mengalami kenaikan, yakni gabah kering giling naik 7,1 persen, gabah kering simpan naik 3,81 persen, dan gabah kualitas rendah naik 3,57 persen.Berdasarkan 672 observasi gabah di 19 propinsi pada Juli 2004, harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp 900/kilogram dijumpai di Banten, Sulsel, dan Sultra untuk kualitas gabah kering panen.Sedangkan, harga tertinggi sebesar Rp 1.841,34/kilogram dijumpai di Kalsel untuk kualitas gabah kering giling.
(mi/)











































