"Presiden meminta kepada BUMN agar mengalihkan Corporate social responsibility (CSR) untuk membantu masyarakat miskin yang terkena dampak jika BBM naik," ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam jumpa pers di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Bantuan tersebut masih sedang digodok karena sejalan dengan pembahasan pemerintah dengan DPR. "Kan Presiden SBY nampaknya mengisyaratkan kenaikan BBM. Skema bantuannya masih dibahas, mungkin semacam Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) ya hampir seperti Bantuan Langsung Tunai," kata Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua BUMN akan fokus ke sana (BLSM), walau tetap tidak melupakan pemberian CSR untuk warga Ring I di mana BUMN tersebut berdiri," ucap Dahlan.
Artinya dana CSR akan ditingkatkan? "Itu juga masih dalam pembahasan, apalagi laba BUMN sendiri tahun ini (2011) meningkat pesat sekitar Rp 120 triliun, dan sesuai APBN harus disetor Rp 28 triliun ke kas negara. Jadi masih cukup besar, kalaupun ditingkatkan CSR yang selama ini sebesar 2% itu tidak masalah, tapi itu masih dibahas lagi," jelas.
"Ini juga sesuai permintaan Pak Presiden dalam sidang kabinet kemarin, kalau mau bantu rakyat jangan setengah-setengah, kita harus all-out," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan harga BBM subsidi akan segera dinaikkan sesuai dengan perintah Presiden SBY dan harus melalui persetujuan DPR. Pemerintah usul harga BBM subsidi naik Rp 500-1.500 per liter.
Presiden SBY mengatakan harga minyak dunia rata-rata saat ini sudah mencapai US$ 115 per barel. Pemerintah menyatakan terpaksa akan menaikkan harga BBM subsidi untuk menekan anggaran subsidi yang bakal bengkak. SBY menjanjikan adanya bantuan langsung untuk masyarakat miskin.
Saat ini harga BBM subsidi baik bensin premium ataupun solar masih bercokol Rp 4.500 per liter.
(dnl/dnl)










































