Anak perusahaan dari perusahaan asal Amerika Serikat (AS) Wynn Resorts itu mengatakan, Okada yang saat ini menjabat sebagai non-executive director akan diberhentikan dalam waktu sesegera mungkin.
Perusahaan tersebut mengeluarkan penyataan tertulis di Bursa Efek Hong Kong, yang dikutip AFP, Jumat (24/2/2012), yang isinya merasa perlu mendepak Okada setelah investigasi internal Wynn Resorts membuktikan Okada menyuap pemerintah Filipina dalam rencananya membangun tempat judi saingan di lokasi negara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wynn juga menuduh Okada mengeluarkan uang lebih dari US$ 110.000 untuk menyuap pemerintah Filipina, yang dianggap melanggar undang-undang anti korupsi AS, yang diperkirakan merusak reputasi Wynn.
Okada pun sudah mendapatkan izin untuk membuka tempat judi di Filipina dan membayar seluruh keperluannya meski sebelumnya sudah dilarang oleh Wynn.
Dewan komisaris Wynn Resorts sudah sepakat untuk mendepak Okada pada hari Minggu kemarin, juga menyita 24 juta sahamnya di perusahaan tersebut yang saat ini dipegang oleh Universal Entertainment.
(ang/dnl)











































