AS Masih Ingin 'Monopoli' Posisi Presiden Bank Dunia

AS Masih Ingin 'Monopoli' Posisi Presiden Bank Dunia

- detikFinance
Sabtu, 25 Feb 2012 14:08 WIB
AS Masih Ingin Monopoli Posisi Presiden Bank Dunia
Jakarta - Amerika Serikat (AS) masih ingin terus 'memonopoli' posisi Presiden Bank Dunia. Presiden Bank Dunia Robert Zoellick ingin penggantinya berasal dari AS.

Saat ditemui di Singapura, Zoellick mengatakan akan bagus bagi AS dan Bank Dunia jika Presidennya orang AS sebab AS sebagai negara ekonomi terbesar di dunia harus memimpin lembaga-lembaga utama di dunia.

Pekan lalu, Bank Dunia memang telah mengumumkan pembukaan lowongan calon Presiden baru menggantikan Zoellick yang bakal mundur pada 30 Juni 2012 mendatang. Bank Dunia mengundang 187 anggotanya untuk mengirimkan calon-calonnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Zoellick, orang AS saat ini tidak memegang posisi tertinggi di PBB, WTO, dan IMF. Namun di Bank Dunia dia meminta orang AS bisa memimpin.

"Saya ingin AS merasakan tanggung jawab di lembaga internasional. Karena itu jika AS mencalonkan kandidat yang tepat maka itu akan baik bagi AS dan Bank Dunia," ujar Zoellick seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/2/2012).

Saat ini kandidat calon Presiden Bank Dunia dari AS yang telah digadang-gadang adalah Hillary Clinton dan Lawrence Summers. Namun Hillary tampaknya tak berminat.

Saat ini negara-negara berkembang sedang berebut posisi nomor satu di Bank Dunia setelah Robert Zoellick menyatakan mundur. Salah satu yang berpotensi menduduki jabatan itu adalah Direktur Bank Dunia Sri Mulyani.

Seperti di 2011 saat Dominique Trauss-Kahn mundur sebagai bos IMF, negara-negara berkembang seperti Brasil dan Filipina menyatakan saatnya mengubah tradisi bahwa orang AS selalu memimpin Bank Dunia dan orang Eropa memimpin IMF. Namun ini tradisi tersebut belum bisa diubah di IMF.

Sebelumnya, Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani terus diunggulkan menjadi calon Presiden Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick yang bakal mundur akhir Juni 2012. Sri Mulyani menguasai 81% suara polling!

Dalam situs www.worldbankpresident.org, dibuat sebuah polling soal siapa yang bakal menjadi Presiden Bank Dunia selanjutnya. Ada 9 calon dari negara berkembang yang masuk polling tersebut. Namun memang poling ini tak bisa dijadikan patokan. Apalagi sejak 1944, Presiden Bank Dunia selalu dimonopoli oleh Amerika Serikat. Namun saat ini calon dari negara berkembang bisa naik karena posisi ekonominya lebih baik.

Dalam siaran pers Bank Dunia dikatakan, Dewan Eksekutif Bank Dunia telah menyepakati 5 kriteria untuk calon Presiden barunya yaitu:

  1. Terbukti memiliki rekam jejak yang kuat sebagai pemimpin
  2. Berpengalaman memimpin organisasi besar yang aktif di tingkat internasional dan terbiasa bekerja dengan sektor publik
  3. Mampu menjabarkan misi pembangunan Bank Dunia secara jelas
  4. Memiliki komitmen dan apresiasi kuat terhadap kerjasama multilateral
  5. Dapat berkomunikasi secara efektif dan diplomatis, dan menjalani kewajiban seorang Presiden secara imparsial dan obyektif.
Batas waktu pencalonan nama Presiden baru adalah Jumat 23 Maret 2012. Pencalonan dapat dilakukan oleh anggota Dewan Eksekutif, atau anggota Dewan Gubernur melalui Direktur Eksekutifnya.

Seorang calon harus berasal dari salah satu negara anggota Bank Dunia. Setelah proses pencalonan ditutup, Dewan Eksekutif akan membentuk shortlist berisikan maksimum tiga nama, lalu mempublikasikan shorlist tersebut dengan persetujuan ketiga nama yang bersangkutan.

Selanjutnya, Dewan Eksekutif akan mewawancarai ketiga calon dengan harapan bisa mencapai konsensus sebelum 'Spring Meetings' (pertemuan tahunan musim semi) pada April 2012 mendatang.

(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads