Hal ini diakui Yohanes, penjaga Toko Mas Mulia di pasar tradisional Mampang, Jakarta Selatan. "Kita was-was, apalagi di pasar tradisional beda dengan yang segmen menengah dan atas," katanya, Minggu (26/2/2012).
Ia mengaku, pasar Mampang sangat rawan tindak kejahatan. Tenaga keamanan di pasar Mampang hanya satu orang. "Di Mampang, Satpamnya kurang, cuma satu hingga nggak terjamin keamanan kita," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebulan sebelumnya, tepatnya 28 Januari 2012, kejadian yang sama menimpa Toko Mas Pasar Dinoyo, Mojokerto. Perampok juga melepaskan sejumlah tembakan saat menjalankan aksinya. Perampok ini berhasil membawa sebuah kotak yang sebelumnya diduga berisi perhiasan milik toko emas Sahabat.
BBM Akan Naik, Pemilik Toko Mas Khawatir Transaksi Makin Sepi
Edy, pemilik Toko Mas Mawar di pasar tradisional Mampang, Jakarta juga mengaku diselimuti kekhawatiran penurunan transaksi dengan rencana kenaikan BBM pada April mendatang.
Dalam dua dulan ini, transaksi jual beli emas di tokonya terbilang minim. Harga emas pun masih stabil pada kisaran Rp 480 ribu per gram (24 karat).
"Sekarang sudah sepi. Apalagi dengan BBM yang naik nanti. Penjualan juga akan turun," kata Edy.
Edy mengaku kini sulit memprediksi transaksi harian tokonya. Tren jual dan beli emas masyarakat kini sulit ditebak.
"Sekarang nggak kayak dulu. Kalau ajaran baru banyak orang jual emas, dan kalau Lebaran banyak yang beli," timpalnya.
(wep/wep)










































