Tidak ingin konsep BLSM tersebut seperti BLT atau Bansos yang banyak masalah, partai Golkar menyarankan 'BLT' berbentuk cash transfer.
"Kami (Golkar) tidak ingin konsep BLSM nanti seperti BLT atau Bansos yang banyak sekali menimbulkan masalah, maka itu kami menyarankan cash transfer, sebagai kompensasi kenaikan harga BBM bagi masyarakat miskin," kata Sekjen DPP Partai Golkar, Satya W Yudha, Selasa (27/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi penghematan yang didapat dari menaikan harga BBM, misalnya naik Rp 2.000 yang dihemat Rp 57 triliun, dialokasikan juga untuk diberikan cash transfer kepada masyarakat," ucapnnya.
Nantinya, mekanisme pemberian kartu cash transfer sendiri lebih menggunakan data sensus.
"Jadi pemerintah untuk memastikan siapa yang berhak mendapatkan cash transfer segera lakukan sensus penduduk, terserah kapan, tergantung waktunya, namun ditarget bisa selesai 2013 atau 2014, tapi segera laksanakan," jelas Satya.
Tapi, karena sensus membutuhkan waktu, menurut Satya, untuk data sementara bisa menggunakan data sensus lama yakni sensus 2011.
"Kebijakannya akan diberlakukan dalam waktu dekat, jadi untuk memberikan kompensasi sementara, pemberian cash transfer bisa menggunakan data sensus yang lama," tandas Anggota Komisi VII DPR ini.
(dru/hen)











































