OPEC akan Berupaya Turunkan Harga Minyak Dunia
Selasa, 03 Agu 2004 14:50 WIB
Jakarta - Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan berupaya semaksimal mungkin untuk menurunkan harga minyak yang saat ini melonjak hingga US$ 44 per barel. Untuk itu, masalah tersebut akan dibahas dalam pertemuan OPEC di Wina, Austria, pada 15 September mendatang. OPEC optimis masih ada peluang penurunan harga minyak."Kita akan bertemu September mendatang untuk mengusahakan agar minyak turun. Sejauh ini masih ada peluang, tapi itu tergantung dari dua hal yaitu supply and demand serta faktor-faktor non-fundamental," kata Presiden OPEC, Purnomo Yusgiantoro, Selasa (3/8/2004).Menurut Purnomo yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, OPEC optimis jika masalahnya sekadar permintaan dan penawaran, maka pihaknya bisa mengatasi peningkatan harga minyak tersebut. Namun jika berasal dari faktor non-fundamental, diakui hal itu akan sulit dilakukan."Harga minyak itu sudah semakin tinggi. Ini terkait denga masalah Yukos (perusahaan minyak Rusia yang terancam bangkrut-red) yang dikhawatirkan tidak bisa berproduksi jika ada klaim dari pemerintahnya," papar Purnomo.Ditambahkan, hingga kini OPEC belum menentukan langkah apapun guna mengatasi lonjakan harga minyak tersebut. Menurut Purnomo, satu-satunya anggota OPEC yang memiliki kelebihan produksi minyak hanya Arab Saudi. "Kemarin Naimi (Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali Al Naimi-red) bilang mereka bisa menambah pasokannya, tapi itu perlu waktu. Jadi apa boleh buat?" tuturnya.
(ani/)











































