Oleh karena itu Pertamina sebagai induk perusahaan memberikan dukungan penuh terhadap operasional Petral untuk tetap menjalankan fungsinya dalam pengadaan minyak mentah maupun produk BBM untuk kebutuhan dalam negeri.
"Semua transaksi bisnis tetap berjalan normal seperti biasa dan Petral yang 100% sahamnya dikuasai oleh Pertamina mendapatkan dukungan penuh dari Perseroan dalam menjalankan bisnis tersebut," tutur Karen Agustiawan di Jakarta, Kamis (1/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, dengan dukungan kompetensi yang dimiliki Petral, Pertamina berhasil melakukan efisiensi pengadaan minyak mentah dan produk BBM senilai US$ 283 juta selama 2011 lalu.
Dalam mengembangkan bisnisnya, Petral telah memulai pengembangan Hyperterminal BBM Pulau Sambu berkapasitas 3 juta barel dan Terminal BBM Tanjung Uban 2,5 juta barel. Selain itu, Petral juga telah memulai persiapan proyek Centralized Crude Terminal Lawe-lawe yang berkapasitas lebih dari 25 juta barel.
(rrd/ang)











































