Moral Pegawai Pajak Jatuh Akibat Kasus Dhana Widyatmika

Moral Pegawai Pajak Jatuh Akibat Kasus Dhana Widyatmika

Wahyu Daniel - detikFinance
Jumat, 02 Mar 2012 08:39 WIB
Moral Pegawai Pajak Jatuh Akibat Kasus Dhana Widyatmika
Jakarta - Kasus mantan pegawai Ditjen Pajak Dhana Widyatmika membuat moral pegawai pajak jatuh. Dirjen Pajak Fuad Rahmany terus-menerus membangkitkan moral para pegwainya.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Penyuluhan dan Humas Ditjen Pajak Dedi Rudaedi kepada detikFinance, Jumat (2/3/2012).

"Tidak bisa dipungkiri itu pasti (pengaruhi psikologis). Di berbagai tempat pasti adalah yang merasa terganggu. Ini kan tugas kita bagaimana mengangkat moral teman-teman dan pada saat kejadian ini dan Dirjen langsung memberikan pesan," kata Dedi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Dedi, Dirjen Pajak FUad Rahmany mengirimkan surat elektronik ke 33 ribu pegawa pajak untuk menjelaskan duduk persoalan kasus Dhana tersebut.

"Ada pesan secara surat elektornik disebar ke 33.000 pegawai pajak antara lain menjelaskan bahwa biarkan proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan kemudian kita terbuka hati kita berpegang teguh pada kebenaran dan Dirjen minta untuk terus dan bekerjalah bagaimana biasanya," tutur Dedi.

Para pegawai pajak diminta tetap fokus pada jadwal penyerahan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak yang akan berakhir pada 31 Maret 2012 nanti.

Seperti diketahui Dhana telah dijadikan tersangka oleh Kejagung sejak 16 Februari 2012. Kejagung juga telah memohon kepada Imigrasi untuk mencekal Dhana ke luar negeri. Dan atas permintaan itu, per 21 Februari 2012 Imigrasi mencekal Dhana selama 6 bulan. Dhana dijerat dengan pasal 2, 3, dan 5 UU Tindak Pidana Korupsi.

Namun, dari kondisi rumah yang dimiliki Dhana, agak janggal juga bila dia seorang miliarder sebagaimana Gayus Tambunan. Dari catatan Imigrasi, Dhana juga jarang ke luar negeri. Dari Desember 2010-November 2011, Dhana tercatat hanya dua kali ke luar negeri: ke Arab Saudi dan Singapura.

Berikut tanggapan Dhana terkait tudingan kasus korupsi oleh Kejagung:

Kasus ini tidak berhubungan sama sekali dengan istri saya, melainkan murni permasalahan pribadi saya terkait dengan transaksi dalam rekening saya yang dinilai tidak sesuai dengan exposure gaji saya sebagai PNS.

Saya sungguh kaget kesimpangsiuran berita yang beredar saat ini apalagi mengaitkan dengan institusi DJP (Ditjen Pajak) di mana kebetulan istri saya bertugas. Sangat tidak relevan masalah ini dikaitkan dengan kasus Gayus Tambunan.

Mengenai rekening/transaksi yang saya miliki dapat dijelaskan dengan usaha yang saya miliki tetapi tidak dengan nilai fantastis seperti yang beredar. Apalagi terkait rekening isteri saya yang hanya berisi gaji.

(dnl/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads