Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 25 triliun untuk bantuan langsung tunai (BLT) tahun ini. Dananya diambil dari hasil pemotongan anggaran Kementerian/Lembaga (KL).
Menurut Menko Perekonomian Hatta Rajasa, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2012 yang sudah diajukan, pemerintah memotong anggaran KL hingga Rp 22 triliun.
"Di situ (RAPBN) juga ada pemotongan anggaran KL sampai 22 triliun. Ada juga program bantuan sosial masyarakat, bantuan transportasi, bantuan siswa. Bantuan itu yang kita sebut bantuan langsung sementara, itu men-cover masyarakat yang terdampak," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, pemerintah masih membicarakan waktu pemberian BLT tersebut. Ada opsi, dana bantuan gratis itu akan diberikan secara bertahap, namun langkah ini masih belum final.
"Untuk bantuan langsung dengan segala macamnya itu Rp 25 triliun. Dengan demikian masyarakat tidak terdampak," ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah sudah merencanakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp 1.500 menjadi Rp Rp 6.000 per liter. Kenaikkan harga ini akan dilakukan April mendatang.
Supaya masyarakat tidak terlalu terkena dampaknya, pemerintah menyiapkan BLT yang akan dibagikan kepada masyarakat yang dinilai masih miskin. (ang/dnl)











































