Saat ini, jumlah pegusaha sukses yang bisa ikut menggerakan ekonomi Indonesia baru mencapai 1,56% dari total penduduk 240 juta jiwa, yaitu sebanyak 3,74 juta. Angka tersebut naik signifikan dari jumlah tiga tahun lalu sebanyak 576 ribu pengusaha.
Menurut Deputi Kementerian Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Agus Muharram, agar ekonomi sebuah negara berkembang dengan baik diperlukan jumlah pengusaha sukses yang mencapai 2% dari total jumlah penduduk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dibandingkan dengan negara Asia, seperti Malaysia dan Singapura. Saat ini, jumlah wirausaha Malaysia sebanyak 5% dan Singapura 7%.
"Kalau dibandingkan dengan negara-negara seperti seperti Malaysia dan Singapura kita masih tertinggal, tetapi di akhir 2014 kita bisa mencapai angka di atas 2%," kata Agus.
Saat ditanyai mengenai jumlah entrepreneur yang masih rendah, Agus mengatakan, kondisi geografis, jumlah penduduk serta mental sumber daya manusianya masih menjadi kendala.
"Itu membuat kita terlambat dibandingkan dengan negara-negara yang jumlah sumber daya manusia sedikit dan sumber daya alam terbatas," imbuhnya.
Ia mengatakan, moratorium pegawai negeri sipil (PNS) yang dilakukan pemerintah akan berpengaruh terhadap peningkatan jumlah entrepreneur.
"Secara langsung, tidak ada pengaruhnya, tetapi secara tidak langsung itu, berpengaruh dalam menggerakan mindset anak muda. Bahwa untuk menjadi PNS dan pegawai swasta makin hari semakin terbatas," jelasnya.
Saat ini, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 55,3 juta. Sebanyak 54 juta diantaranya merupakan pelaku usaha mikro berdasarkan data terakhir yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Para pelaku usaha kecil itu masih menghadapi banyak masalah, seperti keterbatasan sumber daya manusia, akses modal dan pemasaran, teknologi, serta yang paling mendasar ialah sikap dan perilaku.
(ang/rrd)











































