"Umumnya, mereka pegawai ini kan gaji masuk ke rekening, waktu pembukaan rekening dengan bank mereka ngaku PNS. Tapi umumnya mereka punya KTP lain, yang ditulis pegawai swasta, atau wirausaha. Jadi, umumnya punya KTP palsu atau identitas dipalsukan," ujarnya saat ditemui di Bank Indonesia, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (5/3/2012).
Selain itu, lanjut Agus, kebanyakan mereka memiliki rekening lain selain rekening untuk transfer gaji PNS-nya. Rekening ini untuk menyimpan uang hasil kejahatan atau uang haramnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Agus menyatakan para PNS nakal ini memiliki usaha sampingan guna menyembunyikan 'permainannya' sebagai PNS.
"Mereka punya bisnis lain, supaya tidak kelihatan. Jadi orang-orang melihatnya dia kaya karena bisnis sampingannya itu. Misalnya kalau dia usaha restoran, orang anggap dia kaya karena punya restoran, mau itu restoran laku atau tidak, dia bisa bersembunyi di balik usahanya itu," tegasnya.
Agus menyatakan meskipun oknum ini memiliki banyak identitas, tetapi ada saja titik-titik keterkaitan yang bisa ditemukan PPATK. "Misalnya Gayus, bisa saja namanya beda, ada Sonny Laksono tapi ada titik yang mempertemukan mereka," pungkasnya.
(/)










































