Oknum Pertamina Jual BBM Impor Bersubsidi Ke Luar Negeri
Rabu, 04 Agu 2004 00:16 WIB
Jakarta - PT. Pertamina persero disinyalir telah menjual BBM Impor bersubsidi pada negara lain dengan menggunakan patokan harga valuta asing (valas). Hal tersebut ditenggarai dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab."Dari penyelidikan yang kita lakukan, diketahui ada beberapa orang yang menyatakan ingin membeli BBM dari Pertamina yang berasal dari BBM impor bersubsidi. Menurut mereka BBM impor tersebut sebelum sampai ke Indonesia telah dijual kembali ke negara lain dengan harga valas. Padahal mereka membeli dari Pertamina dengan harga subsidi."Demikian dikatakan oleh ketua Tim Koordinasi Penyalahgunaan BBM (Timdu BBM) Slamet Singgih kepada wartawan di kantornya, Jl Plaju, Jakarta, Selasa (3/8/2004) malam.Singgih juga mengungkapkan banyaknya penyalahgunaan yang dilakukan oleh oknum Pertamina dalam kasus impor BBM, misalnya yang terjadi pada jenis Unleaded Gasoline RON >91.Dimana terdapat sejumlah jenis tersebut yang seharusnya masuk dalam kategori pertamax, namun diterima di depot sebagai premium (Unleaded Gasoline RON >88), yang seharusnya diterima di tangki pengolahan."Dan ternyata semua dijual dengan harga premiun Rp 1.810 per liter. Padahal seharusnya jenis tersebut jika ditambah dengan addiktif dapat dijual dengan harga Rp 2.300 per liter," ungkap Singgih.Atas hal tersebut, lanjut dia, Pertamina kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp 312,9 miliar. Namun disayangkan hal tersebut justru dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung-jawab.Dia juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2002. Dan pada awal tahun 2004, kasus tersebut dapat ditemukan dan diungkapkan oleh Timdu.
(fab/)











































