"Modus pencucian uang cenderung melibatkan beberapa atau banyak orang," kata Wakil Ketua PPATK, Agus Santoso ketika dikonfirmasi apakah hanya Dhana yang kedapatan transaksi mencurigakan.
"Dari pengamatan saya, kecenderungannya melibatkan rekening-rekening keluarga dekat, seperti istri dan juga orang kepercayaan mereka. Selain itu ada kecenderungan menggunakan identitas (KTP) palsu," tambah Agus kepada detikFinance, Selasa (6/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pernyataan Agus Marto, tampaknya 'H' merupakan orang dekat Dhana di internal Ditjen Pajak. "Dengan adanya kasus ini dia sekarang tersangka, itu akan periksa DW (Dhana Widyatmika) atau DA (Dian Anggraeni), atau H," tegas Agus di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (5/3/2012).
Sampai saat ini, detikFinance belum bisa mengkonfirmasi Herly Isdiharsono. Sebelumnya majalah detik memberitakan Herly Isdiharsono saat ini memang dimutasikan ke Kantor Pajak Wilayah Aceh. Herly mulai menghilang setelah kasus Dhana mencuat. Pasalnya Kejagung memang membidik beberapa teman Dhana.
Herly merupakan kolega bisnis Dhana di usaha showroom mobil berbendera PT Mitra Modern Mobilindo yang mengelola showroom 88 Mobilindo. Showroom yang bergerak di bidang jual beli truk bekas itu berada di bilangan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Majalah Detik pada hari Kamis (1/3/2012) telah mendatangi rumah Herly di Kompleks Taman Berdikari Sentosa Blok E no 1, Pulogadung, Jakarta Timur. Namun, rumahnya terkunci. Menurut tetangga, Herly sudah tak kelihatan di rumahnya sejak dua minggu lalu.
(dru/ang)










































