Demikian disampaikan Ketua Komisi XI DPR-RI Emir Moeis saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (6/3/2012).
"BLT omong kosong dari dulu saya 5 tahun di Banggar, BLT tidak ada hasilnya, kemiskinan tidak turun, pengangguran tidak turun," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emir sendiri mengaku setuju jika BBM dinaikkan. Pasalnya, jika dilakukan subsidi tetap maka harga BBM subsidi akan tinggi jika harga minyak menembus US$ 120 per barel.
"Yang saya tidak setuju dulu, nurunin itu yang saya paling tidak setuju, biarin saja ini naik-naikin bukan buat diturunin lagi apa, jangan-jangan ini buat persiapan 2014," ungkapnya.
Menurut Emir, dampak dari tingginya BBM bersubsidi ini akan terasa oleh masyarakat menengah ke bawah.
"Kalau saya, subsidi tetap artinya harga naik, sekarang kan aneh neh, orang mau beli mobil murah, beli motor murah, beli televisi murah, cuma makanan yang mahal, coba tanya dah, sekarang pangan itu mahal. Artinya apa, untuk kelas menengah ok-ok, tapi buat yang di bawah itu berat, makanya kalau dinaikan BBM-nya takutnya yang bawah yang terkena," pungkasnya.
Pemerintah sedang menggodok berapa besaran BLT yang akan diberikan, opsinya rencananya akan diberikan Rp 100.000-150.000 per bulan bagi masyarakat miskin.
(nia/hen)











































