"Jadi tidak betul kalau dibilang merugikan masyarakat. Setiap kita mengambil kebijakan pastil lah untuk menyelamatkan perekonomian melindungi masyarakat kita yang lemah," ujarnya saat ditemui di rapat kerja Kementerian Perdagangan, Rabu (7/3/2012).
Menurut Hatta, kenaikan harga BBM tersebut tidak terelakkan karena tingginya harga minyak dunia yang jika dibiarkan akan terus menggerogoti anggaran subsidi dalam APBN. Hal ini yang justru dapat merugikan bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagipula, lanjut Hatta, selama ini kebanyakan subsidi energi tersebut dinikmati masyarakat yang tidak patut menerima subsidi.
"Jadi kalau kita tidak menyesuaikan maka perekonomian kita akan terkena dampak. Ingat yang ratusan triliun itu dinikmati bukan oleh masyarakat kita yang lemah tetapi yang relatif mampu dan sebagian besar habis di kendaraan roda empat," tegasnya.
Hatta menyatakan pemerintah akan memberikan kompensasi kepada masyarakat atas rencana kenaikan BBM ini.
"Tidak akan ada kenaikan BBM tanpa ada perlindungan kepada masyarakat yang miskin yang lemah dan industri kita yang terkena dampak. Lebih dari 18,5 juta atau 30 persen masyarakat kita yang terbawah diberikan perlindungan, agar tidak terkena dampak," pungkasnya.
(nia/hen)










































