Ditjen Pajak Telusuri Perusahaan Klien Dhana Widyatmika

Ditjen Pajak Telusuri Perusahaan Klien Dhana Widyatmika

Herdaru Purnomo - detikFinance
Rabu, 07 Mar 2012 14:09 WIB
Ditjen Pajak Telusuri Perusahaan Klien Dhana Widyatmika
Jakarta -

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) tengah memeriksa wajib pajak yang menjadi klien Dhana Widyatmika ketika masih menjabat sebagai pegawai pajak. Ditjen Pajak memeriksa klien Dhana Widyatmika dari struktur pajak yang mesti dibayarkan apakah terdapat kejanggalan atau tidak.

"Jika memang terdapat kongkalikong maka akan ditelusuri wajib pajaknya apakah sesuai pembayaran pajaknya atau tidak," kata Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Dedi Rudaedi ketika berbincang dengan detikFinance di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (7/3/2012).

Menurutnya, langkah Ditjen Pajak ini seiring juga dengan pemeriksaan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang memanggil perusahaan-perusahaan yang menjadi klien Dhana Widyatmika. Dedi menegaskan ketika ada kekurangan pembayaran yang harusnya dibayar maka Ditjen Pajak akan terus mengejarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika memang ada kekurangan yang mestinya dibayarkan harus dibayarkan nanti akan kita kejar," tuturnya.

Seperti diketahui, Jaksa penyidik Kejaksaan Agung telah memeriksa saksi dari dua perusahaan terkait kasus korupsi dan pencucian uang dengan tersangka Dhana Widyatmika. Kedua saksi itu adalah KH dari PT RPU dan AP dari PT BPS.

Dhana Widyatmika pada 2011 lalu melaporkan harta kekayaan Rp 1,2 miliar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dhana sebelumnya mengaku menyimpan uang Rp 400 juta juga di 5 rekening bank. Uang itu diperoleh Dhana dari orang tua, mertua dan usahanya. Namun di sisi lain, Dhana diduga memiliki rekening Rp 60 miliar seperti yang ramai diberitakan belakangan ini.

Namun, pihak Dhana Widyatmika membantah punya hubungan khusus terkait pajak kepada dua perusahaan berinisial BPS dan RPU yang kemarin diperiksa Kejaksaan Agung.

(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads